Korban Keracunan Gas di Aceh Timur: 14 masih dirawat, sisanya berangsur pulih

Korban Keracunan Gas di Aceh Timur: 14 masih dirawat, sisanya berangsur pulih

0 VIEWS

Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Aceh | KADESKEL.COM - Sebanyak 65 warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, diduga keracunan gas bersumber dari sumur minyak dan gas PT Medco E&P Malaka, pada Jumat (9/4). Hingga kini, 14 orang masih mendapat penanganan medis, sementara sisanya berangsur pulih diperbolehkan pulang.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro mengecek kondisi seorang bayi yang ikut harus dirujuk ke rumah sakit diduga akibat keracunan gas, Jumat (9/4). (Foto: Polres Aceh Timur)

"Kemarin yang berdampak parah sembilan orang, hari ini bertambah menjadi 14 orang. Sedangkan yang lain sudah sehat, sudah kembali," kata Ashadi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, kepada acehkini, Sabtu (10/4).

Korban mengalami sesak napas, mual, pusing, dan muntah-muntah. Menurut Ashadi, dari total korban yang masih dirawat, 13 orang di antaranya ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zubir Mahmud, Idi, Aceh Timur. Sedangkan satu orang dengan kondisi kritis dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin di Kota Banda Aceh.

Petugas BPBD mengosongkan Desa Panton Rayeuk T
Petugas BPBD mengosongkan Desa Panton Rayeuk T. Semua masyarakat dievakuasi ke Kantor Camat Banda Alam untuk menghindari paparan gas, Jumat (9/4). Foto: Dok. BPBD Aceh Timur

Setelah keracunan tersebut, kemarin, BPBD Aceh Timur mengosongkan Desa Panton Rayeuk T. Semua masyarakat dievakuasi ke Kantor Camat Banda Alam untuk menghindari paparan gas. "Ada 250 jiwa yang kami ungsikan," ujar Ashadi.

Sebagaimana diketahui, keracunan gas di Aceh Timur itu bermula ketika pada Jumat (9/4) pagi warga Desa Panton Rayeuk T menghirup udara yang diduga ada sebaran gas dari sumur minyak dan gas PT Medco E&P Malaka di kawasan itu. Sejumlah warga pun mengeluh pusing, mual, dan muntah.

VP Relations & Security Medco E&P Indonesia, Arif Rinaldi, dalam keterangan resminya menyampaikan, sumur AS-11 saat ini sedang dalam proses perawatan rutin. Perusahaan telah menghentikan aliran sumur, segera setelah mendapatkan informasi pada Jumat (9/4) pagi.

loading...

Subscribe to receive free email updates: