Pembangunan jembatan tersebut dilakukan Poliban secara gotong royong dibantu warga dan pemerintah kota setempat, yakni, meninggikan bronjong (pondasi batu) hingga dibuat jadi tiga tingkat dan menguatkan konstruksi jembatan.

Dalam pembuatan konstruksi jembatan darurat ini, kata dia, pihak Poliban berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dispupr) HST dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kalsel.

Diharapkan bangunan jembatan setidaknya mampu bertahan beberapa bulan sebelum jembatan permanen dibangun pemerintah.

Jembatan itu sangat penting bagi masyarakat di sana, kata Ketua Satgas Pencegahan Penyebaran COVID-19 Poliban tersebut, baik untuk peserta didik, umat agama dan petani.

Kegiatan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi Poliban untuk pengabdian kepada masyarakat.

Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin Janiriadi berharap dengan dibangunnya jembatan sementara ini bisa membantu warga di desa tersebut dalam melakukan aktivitas perekonomian sambil menunggu jembatan permanen dibangun oleh pemerintah setempat.

Selain membantu pembangunan jembatan sementara, melalui program Poliban Peduli Banua Poliban juga diserahkan bantuan alat usaha perkebunan untuk warga setempat, peralatan sholat dan Al Quran untuk mushola yang ada di desa tersebut.

Poliban juga melakukan pemulihan trauma para korban banjir dengan cara mendongeng dan membagikan alat tulis serta cemilan untuk anak anak di desa tersebut.

Harapannya, kata Joni, anak anak di daerah tersebut bisa terus ceria dan tidak mengalami trauma akibat banjir bandang yang terjadi didaerahnya pada Januari lalu.