Riau

Riau

0 VIEWS
Logo | Lambang Provinsi Riau
Logo | Lambang Provinsi Riau
Riau (Jawi: رياو) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah pulau Sumatra.

Provinsi Riau terletak di bagian tengah pantai Timur Pulau Sumatra, yaitu di sepanjang pesisir Selat Melaka. Hingga tahun 2004, provinsi ini juga meliputi Kepulauan Riau, sekelompok besar pulau-pulau kecil (pulau-pulau utamanya antara lain Pulau Batam dan Pulau Bintan) yang terletak di sebelah Timur Sumatra dan sebelah Selatan Singapura. Kepulauan ini dimekarkan menjadi provinsi tersendiri pada Juli 2004.

Ibu kota dan kota terbesar Riau adalah Pekanbaru, dan kota besar lainnya adalah kota Dumai. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2020, penduduk provinsi Riau berjumlah 6.394.090 jiwa, dengan kepadatan penduduk 96,46 jiwa/km².

Riau saat ini merupakan salah satu provinsi terkaya di Indonesia, dan sumber dayanya didominasi oleh sumber alam, terutama minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit dan perkebunan serat. 

Kondisi dan sumber daya alam

Geografi

Luas wilayah provinsi Riau adalah 87.023,66 km², yang membentang dari lereng Bukit Barisan hingga Selat Malaka. Riau memiliki iklim tropis basah dengan rata-rata curah hujan berkisar antara 2000-3000 milimeter per tahun, serta rata-rata hujan per tahun sekitar 160 hari.


Sumber daya alam

Provinsi ini memiliki sumber daya alam, baik kekayaan yang terkandung di perut bumi, berupa minyak bumi dan gas, serta emas, maupun hasil hutan dan perkebunannya. Seiring dengan diberlakukannya otonomi daerah, secara bertahap mulai diterapkan sistem bagi hasil atau perimbangan keuangan antara pusat dengan daerah. Aturan baru ini memberi batasan tegas mengenai kewajiban penanam modal, pemanfaatan sumber daya, dan bagi hasil dengan lingkungan sekitar.

Kependudukan

Jumlah penduduk provinsi Riau berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Riau tahun 2019 sebesar 6.814.909 jiwa. Kabupaten/Kota yang memiliki jumlah penduduk terbanyak adalah Kota Pekanbaru dengan jumlah penduduk 903.902 jiwa, sedangkan Kabupaten/Kota dengan jumlah penduduk terkecil adalah Kabupaten Kepulauan Meranti yakni sebesar 176.371 jiwa.

Suku bangsa

Penduduk provinsi Riau terdiri dari bermacam-macam suku bangsa.

Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010 menunjukkan bahwa Suku Melayu merupakan masyarakat terbesar dengan komposisi 33.20% dari seluruh penduduk Riau.

Mereka umumnya berasal dari daerah pesisir di Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, hingga ke Pelalawan, Siak, Inderagiri Hulu dan Inderagiri Hilir.

Suku bangsa lainnya yaitu Jawa (29.20%), Batak (12.55%), Minangkabau (12.29%), Banjar (4.13%), Bugis (1.94%), Tionghoa (2.85%), Suku Sunda 1.41%, Nias 1.29% dan Suku Lainnya 2.14%.

Ada juga masyarakat asli Riau bersuku rumpun Minangkabau terutama yang berasal dari daerah Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, dan sebagian Inderagiri Hulu. Juga masyarakat Mandailing di Rokan Hulu, yang lebih mengaku sebagai Melayu daripada sebagai Minangkabau ataupun Batak.[37]

Abad ke-19, masyarakat Banjar dari Kalimantan Selatan dan Bugis dari Sulawesi Selatan, juga mulai berdatangan ke Riau. Mereka banyak bermukim di Kabupaten Indragiri Hilir khususnya Tembilahan.

Di bukanya perusahaan pertambangan minyak Caltex pada tahun 1940-an di Rumbai, Pekanbaru, mendorong orang-orang dari seluruh Nusantara untuk mengadu nasib di Riau.

Suku Jawa dan Sunda pada umumnya banyak berada pada kawasan transmigran. Sementara etnis Minangkabau umumnya menjadi pedagang dan banyak bermukim pada kawasan perkotaan seperti Pekanbaru, Bangkinang, Duri, dan Dumai.

Begitu juga orang Tionghoa pada umumnya sama dengan etnis Minangkabau yaitu menjadi pedagang dan bermukim khususnya di Pekanbaru, serta banyak juga terdapat pada kawasan pesisir timur seperti di Bagansiapiapi, Selatpanjang, Pulau Rupat dan Bengkalis.

Selain itu di provinsi ini masih terdapat sekumpulan masyarakat asli yang tinggal di pedalaman dan pinggir sungai, seperti Orang Sakai, Suku Akit, Suku Talang Mamak, dan Suku Laut.


Bahasa

Riau merupakan provinsi dengan latar belakang penduduk yang majemuk, sehingga terdapat banyak bahasa yang dipertuturkan sehari-hari.

Menurut Sensus 2010, 40,05% penduduk Riau berusia 5 tahun ke atas berbicara menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan 58,68% menggunakan bahasa daerah.

Sisanya menggunakan bahasa asing atau tidak menjawab.[39] Bahasa-bahasa daerah yang dipertuturkan di Riau, antara lain Melayu, Minangkabau, Batak, Bugis, dan Banjar.

Bahasa Melayu, yang dikenal sebagai bahasa Melayu Riau, merupakan bahasa yang dipertuturkan secara luas oleh etnis Melayu yang merupakan penduduk asli Riau khususnya di daerah pesisir, seperti Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan di sekitar pulau-pulau. Menurut Sensus 2010, bahasa Melayu dipertuturkan oleh 1,8 juta penduduk.

Bahasa Minangkabau dipergunakan secara luas di bagian barat Riau yang berbatasan dengan Sumatra Barat dan sebagai bahasa perniagaan di perkotaan.

Selain dipakai oleh pendatang dari Sumatra Barat, bahasa ini juga dipertuturkan oleh penduduk asli Kampar, Rokan Hulu, dan Kuantan Singingi. Ketiga daerah tersebut mempunyai budaya yang serumpun dengan daerah tetangganya di Sumatera Barat, serta mempunyai dialek tersendiri.

Pada umumnya, penutur asli tersebut tidak menyebutkan bahasanya sebagai bahasa Minang, tapi sebagai bahasa tersendiri.

Dialek-dialek Minang yang tersebar di Riau antara lain, dialek Kampar (bahaso Ocu), dialek Kuantan Singingi, dialek Rokan, dialek Basilam, dan dialek Indragiri.

Menurut Sensus 2010, bahasa Minangkabau dipertuturkan oleh 272 ribu penduduk.

Bahasa-bahasa dari Rumpun Bahasa Batak, juga dipertuturkan di provinsi Riau. Khususnya bahasa Mandailing yang dipertuturkan luas di Kabupaten Rokan Hulu.[40]

Bahasa Banjar di Riau banyak dipertuturkan orang Banjar di Kabupaten Indragiri Hilir. Ada 4 dialek yang tersebar, yaitu dialek Pekan Kamis, dialek Simpang Gaung, dialek Sungai Raya-Sungai Piring, dan dialek Teluk Jira. Menurut perhitungan dialektrometri, dialek-dialek Banjar yang ada di Riau memiliki perbedaan sebesar 66,75% dengan daerah asalnya di Kalimantan Selatan.[40]

Selain itu Bahasa Hokkien juga masih banyak digunakan di kalangan masyarakat Tionghoa, terutama yang bermukim di Pekanbaru, Selatpanjang, Bengkalis, dan Bagansiapiapi[butuh rujukan].

Dalam skala yang cukup besar juga didapati penutur Bahasa Jawa yang digunakan oleh keturunan para pendatang asal Jawa yang telah bermukim di Riau sejak masa penjajahan dahulu, serta oleh para transmigran dari Pulau Jawa pada masa setelah kemerdekaan.


Agama

Agama-agama yang dianut penduduk provinsi ini sangat beragam, di antaranya Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Pemeluk agama Islam 87,47% yang umumnya dianut etnis Melayu, Jawa, Minangkabau, Banjar, Bugis, Sunda, dan sebagian Batak.

Kristen Protestan sebanyak 9,27% dan Katolik 1,01% yang kebanyakan berasal dari etnis Batak (Khususnya Batak Toba, Karo, Dairi dan Simalungun), dan etnis Nias, dan sebagian dianut etnis Tionghoa dan penduduk dari Indonesia Timur dan Minahasa.

Kemudian agama Buddha 2,18% dan Konghucu 0,01% yang berasal dari etnis Tionghoa.

Dan sekitar 0,04% memeluk agama Hindu yang berasal dari Bali.

Berbagai sarana dan prasarana peribadatan bagi masyarakat Riau sudah terdapat di provinsi ini, seperti Mesjid Agung An-nur (Mesjid Raya di Pekanbaru), Masjid Agung Pasir Pengaraian, dan Masjid Raya Rengat bagi umat muslim.

Bagi umat Katolik/Protestan di antaranya terdapat Gereja Santa Maria A Fatima, Gereja HKBP di Pekanbaru, GBI Dumai, Gereja Kalam Kudus di Selatpanjang, Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus di Bagansiapiapi, Gereja Methodist (Jemaat Wesley) di Bagansiapiapi.

Bagi umat Buddha/Tridharma terdapat Vihara Dharma Loka, Vihara Dhamma Metta Arama, dan Cetiya Tri Ratna di Pekanbaru; Vihara Sejahtera Sakti di Selatpanjang; Kelenteng Ing Hok Kiong, Vihara Buddha Sasana, Vihara Buddha Sakyamuni di Bagansiapiapi.

Bagi Umat Hindu adalah Pura Agung Jagatnatha di Pekanbaru.

Kabupaten/kota

Provinsi Riau terdiri dari kabupaten dan kota, berikut ini daftar 10 kabu[paten/kota yang terletak di Provinsi Riau:
  1. Kabupaten Bengkalis
  2. Kabupaten Indragiri Hilir
  3. Kabupaten Indragiri Hulu
  4. Kabupaten Kampar
  5. Kabupaten Kepulauan Meranti
  6. Kabupaten Kuantan Singingi
  7. Kabupaten Pelalawan
  8. Kabupaten Rokan Hilir
  9. Kabupaten Rokan Hulu
  10. Kabupaten Siak
  11. Kota Dumai
  12. Kota Pekanbaru

Kabar terbaru dari Riau



loading...

Subscribe to receive free email updates: